Membabat Babat

Memasak daging pada umumnya memang harus direbus dulu agar tekstur lebih empuk dan mudah dicerna. Teknik merebus daging kekinian adalah metode 5 30 7. Yang artinya merebus selama 5 menit mendidih, lalu ditutup dan matikan api. Diamkan selama 30 menit. Terakhir rebus lagi selama 7 menit mendidih. Kata teman-teman memang empuk, tapi saya kurang srek. Menurut saya daging madih kurang ngeprul. Waktu merebus dan menutup didiamkannya perlu ditambah.

Saya tahu memasak daging memang lebih cepat daripada memasak babat. Karena tekstur babat yang kenyal tapi keras. Merasak babat memerluksn teknik khusus.

Tadi siang saya mau membuat menu makan malam dengan oseng daun pepaya dan babat goreng. Saran dari suami, babat direbus dengan air kapur sirih (air kapur sirih dipercaya mampu menghilangkan aroma amis di babat). Setelah mendidih, angkat cuci lagi. Diisi air dan direbus lagi (Oh iya, teman-teman sedikit saran. Untuk merebus babat masukkan babat ketika air belum medirebus agar babat tidak alot. Ini menurut artikel yang saya baca). Kali ini saya rebus lagi dengan bumbu ungkep sampai air bumbu menguap terserap habis. Lalu sebagian saya goreng untuk makan malam keluarga kecil saya. Tapi saya makan duluan bersama si putri cantik karena dari tadi saya lapar. Menikmati nasi hangat, oseng daun pepaya, dan babat ungkep goreng. Seperti yang saya bayangkan. Hemmm…. Nikmat mana lagi yang kau dustakan.

Semakin lama menikmati makan malam, semakin tidak sreg dengan olahan babat yang sudah kunikmati. Tau gak, kenapa?…. Ya, masih alot saudara-saudara. Saya sempatkan searching di google, mencari informasi tentang cara mengolah babat. Lalu saya ubah dari babat ungkep menjadi soto babat. Direbus lagi tentunya, dengan waktu yang lebih lama sambil menunggu, saya meracik bumbu rahasia soto ala saya.

Kini soto babat sudah siap untuk dinikmati siapa saja.

Salam, wisata kuliner di dapur sendiri.

Lembaran-lembaran Pastry

Yang instan itu banyak, misalnya mie instan. Sudah bertebaran dimana-mana. Bahkan, adonan kue kering pun dijual instan. Walaupun kita bisa membuatnya sendiri. Jika dibandingkan dengan jumlah uang yang sama, kita bisa membeli adonan jadi dengan kuantitas yang lebih sedikit. Sedangkan jika kita meramu resep sendiri, maka hasil kuantitas yang didapat lebih banyak. Dan yang tak kalah penting, soal rasa dan kualitas kita bisa mengadaptasikan resep sesuai ekspektasi. Tentu, semua itu harus dilaksanakan dengan mood dan vibrasi hati yang positif. Karena itu juga akan mempengaruhi hasil kue yang kita buat. Sedikit curcol pengalaman pribadi. Hehehe….

Membuat kue kering sebenarnya tidak rumit bagi saya. Cuma ada salah satu kue kering yang proses pembuatannya membutuhkan ekstra telaten dan suasana hati yang fresh and cool (menurut saya 😁), yaitu pastry. Kue kering satu ini tidak lebih tahan lama dari kue kering lainnya.

Pernah kapan hari saya membuat pastry untuk yang ke-3 kalinya, dengan bahan yang sudah tertakar rapi. Saat itu perasaan dan suasana hati yang kurang asyik, tapi keinginan untuk membuat pastry lebih besar dari perasaan saya. Mungkin bisa dibilang memaksakan diri. Dan apa hasilnya?…. Ya, tentu saja tidak maksimal. Hehehe…. Sepertinya, memang ada hubungan antara mood dengan praktik. Mood positif bisa memberikan hasil yang maksimal. Seperti dalam ilmu Matematika, positif dikalikan positif hasilnya positif. Dan sebaliknya, negatif dikalikan positif hasilnya negatif. Begitulah salah satu terapannya.

Saya tidak kapok untuk bereksperimen membuat pastry lagi. Karena itu kue favorit saya dan keluarga kecil saya juga. Benar-benar menunggu hari yang good mood.

Tibalah saatnya, saya praktik dong. Dengan ringan tak ada beban sangat gampang mengubah tepung menjadi lembaran-lembaran adonan pastry. Tentu dengan bahan-bahan lain yang menunjang. Saya beri isian selai nanas buatan saya sendiri. Tarraaa…. This is it, kue pastry ala Mama Rania 😇😇😇.

😋😋😋

Salam, wisata kuliner di dapur sendiri.

Sweet Ice Cream

Siapa sih, yang tidak suka es krim?…. Dari kalangan balita sampai kakek nenek masih saja suka es krim. Mungkin yang punya gigi ngilu saja yang enggan makan es krim.

Di setiap minimarket, es krim tersedia beraneka rasa. Tak ketinggalan juga putriku yang suka makan es krim. Sebelum negara api menyerang, pedagang es krim keliling di tempatku ada 6 orang. Mereka bersepada motor dan berhenti tepat di samping rumah. Seperti sudah menjadi alarm bagi anak-anak. Tanpa komando, mereka langsung bubar ke rumah masing-masing untuk minta uang kepada orang tuanya buat beli es krim seharga 2 ribuan. Murah meriah, sih. Tapi 6 kali dan belum jajan jajanan yang lain. Seperti cilok (ada 2-3 orang pedagang), bakpao, roti, putu, dan getuk lindri oleh pedagang keliling. Dan masih ada pula toko-toko di sekitar yang menyediakan snack. Tidak masalah, selama rizki ada. 😇

Sebagai orang tua, terutama ibu. Saya mulai berpikir dan mencari cara bagaimana proses pembuatan es krim. Membaca-baca literasi tentang pembuatan es krim. Seketika tersedia bahan es krim saya mulai eksekusi. Bahan-bahannya susu sapi segar 500 ml, gula 8 sdm, garam 1 sdt, kanji 3 sdm (harusnya maizena, karena stok tidak ada saya ganti kanji 😊), dan yang terakhir adalah sp 1 sdt atau pengemulsi. Caranya cukup mudah. Campurkan semua bahan, kecuali sp. Rebus semua bahan sambil diaduk-aduk sampai mengental. Lalu angkat dinginkan. Kemudian bekukan dalam freezer kurang lebih 8 jam. Cairkan sp di atas kompor. Lalu tuangkan dalam wadah. Ambil adonan yang sudah dibekukan. Kerok-kerok pakai garpu, letakkan di wadah. Laku mixer sekira 5 -10 menit saja atau sampai adonan bersatu padu ringan berjenjak. Bagi jadi berapa sesuai selera. Kalau saya dibagi 3. Satu adonan diberi perasa pandan, satunya rasa stroberi, dan satunya lagi original. Lalu bekukan lagi, sekira 8 jam (tergantung freezer masing-masing ya…. ). Taraaa….. Ini dia penampakannya, gaessss….

Rasanya lumayanlah menurut saya. Tidak jauh beda dengan es krim rasa susu buatan pabrik. Hehehe…. Anak saya juga suka. Dan yang penting, bisa lebih hemat. Satu resep bisa jadi 3 kotak ukuran 500 ml. Itu eksperimen saya. 😊

Sampai memasuki masa pandemi, perlahan para pedagang mulai berkurang. Hingga sampai saat ini hanya tinggal 1 orang saja pedagang es krim yang juara bertahan. Entah yang lain kemana.

Salam damai dan sejahtera.

Menjadi Ibu

Sudah menjadi kodrat bagi wanita, yaitu menstruasi, melahirkan, dan menyusui. Wanita akan merasa sempurna jika sudah melewati itu semua. Ada pula yang hanya sebagian saja yang ia lewati. Tapi tetap mereka adalah wanita sejati.

Menjadi ibu misalnya. Pengalaman emas yang begitu berharga. Mulai saat hamil dan peristiwa apa saja yang terjadi pada tubuhnya, sampai melahirkan. Menjadi ibu, tentu menjadi puncak kebahagiaan bagi wanita. Merawat sang buah hati dengan penuh kasih. Walaupun kadang kita lelah, tetap semangat. Bangun tengah malam untuk menyusui, bahkan menggendong buah hati sambil berjalan mondar-mandir di rumah. Kadang ditemani sang ayah yang siaga. Semua itu sepertinya sudah terlatih ketika hamil sering bangun tengah malam, hanya untuk buang air kecil. Kadang setelahnya juga sempat buka kulkas dalam keadaan masih ngantuk pula. 😄

Merawat buah hati tidak kenal waktu. Apalagi ketika masih bayi atau balita. Tidur siang itu bisa dikatakan kenikmatan yang sudah langkah. Mungkin disitulah hikmahnya. Ketika buah hati tidur lelap, banyak kegiatan rumah yang harus diselesaikan. Sebenarnya bukan kewajiban sebagai istri. Tapi istri hanya membantu membereskan apa-apa yang belum tuntas. Namanya juga rumah tangga, butuh kerja sama antara suami istri.

Pengalaman meninabobokkan buah hati di siang hari. Mungkin ini juga pengalaman ibu-ibu yang lain. Katika seorang ibu meninabobokkan balitanya, sambil memberinya asi. Ibu ketiduran dan si balita selesai menyusu tidak jadi tidur. Lalu ia turun dari tempat tidurnya dan bermaian-main. Sedangkan ibu tertidur lelap merasakan kenikmatan tidur siangnya. Tapi tak lama kemudian, ibu terbangun dan bergegas mencari buah hatinya yang ternyata sedang asyik mencorat-coret tembok dengan krayon temuannya. Sedangkan di lantai ada bedak bayi yang bertaburan. Hemmm…. Ini luar biasa. Imajinasi anak balita sudah mulai beraksi. Butuh kesabaran untuk mengarahkan bagi orang tua. Inilah salah satu istimewanya menjadi orang tua, menjadi ibu, dan menjadi wanita seutunya.

Di sisi lain, saya juga memahami bahwa tidak semua wanita bisa merasakan itu. Mungkin belum saatnya. Tapi saya yakin, Tuhan YME Sang Pencipta segera memberikan kesempatan indah itu bagi wanita-wanita hambanya di waktu yang tepat dan waktu yang indah untuk para calon orang tua.

Salam damai dan sejahtera.

Minum Kopi

Kehabisan kopi di pagi hari seperti kehilangan salah satu rantai makanan. Salah satu pecinta kopi ada yang mengatakan demikian. Ada-ada saja.

Bagi suamiku, kopi di pagi hari adalah minuman yang wajib diteguk sebelum menyantap hidangan yang lain. Tanpa minum kopi sebelum aktifitas yang lain, badan lemas. Katanya.

Lain halnya dengan saya yang awalnya hanya ikut-ikutan nimbrung icip-icip kopi suamiku. Mencoba mendeskripsikan setiap rasa kopi yang berbeda merk yang saya buat. Kalau dulu, saya merasa yang namanya kopi hitam ya rasanya pahit begitulah. Tapi setelah saya tahu suamiku gemar sekali minum kopi dengan teori-teorinya tentang rasa kopi yang saya dengar, saya merasa ingin tahu. Saya berusaha mengecap rasa setiap kopi yang saya minum. Ternyata memang beda. Walaupun sama-sama hitam. Ada salah satu produk kopi dengan merk dagang yang sudah terkenal yang menurut saya pas sekali rasanya. Apalagi jika disajikan dengan susu kental manis, tambah nikmat rasanya.

Kalau suamiku tetap setia dengan kopi hitamnya. Sehari 2 gelas cukuplah pagi dan siang menjelang sore. Bersama pendamping kopi hitamnya, pisang goreng misalnya. Atau donat pandan yang saya buat tadi. Itu saja sudah cukup nikmat untuk menemani sore kita.

Salam kopi hitam.

Ulang Tahun Lagi

Masih dengan personil yang sama dengan tulisan sebelumnya. Tiga personil yang ulang tahun di bulan Desember. Selanjutnya, saya dong yang ulang tahun. Saya masak menu spesial buat teman-teman seperjuangan. Ya…. Lontong sayur andalan saya. Lontong tinggal beli di sebrang jalan depan rumah dan bikin sayurnya juga tidak ribet-ribet amat bagi saya yang kadang suka masak.

Alhamdulillah, mereka suka dengan menu masakan yang saya bawa. Bahkan, sisa lontong dan sayur mereka bawa pulang untuk makan siang di rumahnya. Sepertinya saya tidak sia-sia memasak untuk mereka. Saya puas. Dapat kado pula. Hehehe….

Tiba-tiba hp.ku bergetar. Ada yang menelpon memberi kabar duka. Aku bergegas langsung pulang. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Next.

Sebelum tanggal 31 Desember, aku menyiapkan kado kecil buat inisial NIP yang memang sudah kupersiapkan. Eh, pas hari H ternyata sudah muncul panggilan alam di status WA. Hehehe…. Sorenya langsung meluncur ke rumahnya. untung saja temanku belum berangkat perayaan ulang tahun dan tahun baru.

Kedatanganku disambut dengan tawa bahagia. Seperti tidak terduga. Kami saling berucap doa kebaikan.

😂😂😂🥳🥳🥳😂😂😂

Salam. Semoga sejahtera dan bahagia.

Penutupan Kegiatan Sekaligus Ulang Tahun Rekan Kerja.

Ketika bulan Desember tiba ada rekan kerja yang sedang berulang tahun. Ya, tepatnya di tanggal 8 (inisial HP) dan 31 (inisial NIP). Sebenarnya aku juga ulang tahun di bulan yang sama, tapi aku diam dan aman-aman saja. Hehehe…. Tak ketinggalan juga teman-teman yang selalu mintak ditraktir. Tidak ditraktirpun tidak masalah sebenarnya. 😁

Tiba saat tanggal 8 Desember 2021, kami selesai mengerjakan kewajiban di tempat kerja. Dengan perut lapar berangkatlah kami ke lesehan tempat makan yang jaraknya kurang lebih 4 km dari tempat kerja. Entah dananya dari mana. Apakah dana pribadi atau dana umum (ah, kayak monopoli saja). Yang Insyaallah dananya halal.

Sampai di tempat makan, kami pilih menu makanan sesuai selera masing-masing. Pesan minum dululah, es jeruk untuk membasahi tenggorokan yang mulai mengering. Kabar sementara untuk minumannya BDD (bayar sendiri-sendiri), tidak jadi masalah. Eh, ternyata gratis juga. Dengan senang hati diterima, dong.

Saatnya makan. Tidak ada pembicaraan yang seru saat kami makan. Kami saling diam menikmati sajian makanan. Seusai makan kami sempatkan foto di depan lesehan. Ada kejadian yang kurang menyenangkan sebenarnya, tapi dibuat happy saja, kurang baik kalau di-share. Hehehe…. Kami tertawa meramaikan suasana yang mungkin agak menegangkan baginya. Selesai berfoto ria, kami pulang ke rumah masing-masing.

Salam.

Bolu Menjadi Pukis

Ceritanya aku berniat bikin bolu rasa kopi luwak. Semua bahan sudah kupersiapkan. Dan dimulailah proses pembuatan. Mencapur gula, telur & pengembang roti untuk dimixer agar bisa bersatu padu dalam adonan yang benjenjak.

Barulah aku masukkan terigu, kopi luwak dan mentega cairnya. Aku aduk perlahan dengan spatula. Tapi, hati merasa kurang srek karena adonan tidak sesuai ekspektasi. Padahal sudah dimixer sekitar 20 menitan.

Lalu ku tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles mentega dan ditaburi terigu. Kemudian dioven.

Aku terdiam di depan oven. Sambil berkata-kata dibenakku “jadi gak ya, bolu kopiku?…”

Karena aku tidak tenang sekira 3 menitan bolu aku keluarkan dari oven, lalu adonan kutuang ke wadah.

“Daripada bolu kopiku gagal, mending adonannya aku buat pukis kopi saja” pikirku.

Aku mixer lagi adonannya sambil ditambah sedikit terigu, gula, ragi instan dan segelas kecil santan. Sampai adonan menyatu. Lalu adonan ditutup dan didiamkan.

Dalam diam, aku bertanya-tanya “jadi gak ya?… Apa kata suamiku?… Oh, tidak…”. Hehehe…

Tak lama kemudian suamiku datang.

“Assalamualaikum…” Salam suamiku.

“Waalaikum salam”. Sahutku dan putriku.

“Alhamdulillah kau datang.” Kubalas dengan senyuman.

Suamiku tersenyum. “Bolunya sudah matang?…” Tanya suamiku.

“Belum.” Aku sambil mikir mau jawab dengan kalimat apa ya?…

Berusaha tenang “Begini, Yah. Adonan bolunya tadi ngembang. Nah, pas aku tuang terigu tiba-tiba adonan turun gak ngembang. Kalau dioven kayaknya bisa bantat”. Jawabku sambil meyakinkan suamiku. Hehehe….

“Terus gimana?…” tanya suamiku, penasaran.

“Ya, ku angkat lagi adonannya. Lalu kujadikan pukis saja tinggal nambah ragi instan. Lalu didiamkan”. Jawabku. Biar adonan gak mubazir.

Suamiku diam saja sambil menikmati makan siang yang sudah kusajikan.

Aku menatapnya. Sepertinya dia lapar, hehehe….

“Sebentar, Yah. Aku panggang adonan pukisnya”. Sambil beranjak ke dapur.

Senang melihat adonan pukis mengembang. Langsung saja kutuang dalam cetakan panas yang sudah dioles mentega.

Aroma kopi mulai menyeruak. Tanda sebentar lagi pukisku matang. Dan ini dia bolu pukisnya, hehehe…


Langsung kusajikan untuk suamiku.

“Enak gak, Yah?….” tanyaku.

“Lumayan”. Jawabnya singkat sekali.

Sambil melihat tv, suamiku menyantap pukis buatanku.

Alhamdulillah. Yang penting tidak terbuang dan bisa diperbaiki untuk dimakan siapa saja. 😊 Salam.

Kunjungan Pabrik Pocari Sweat

Tepat pada tanggal 17 Januari 2020, MTs. Sunan Giri Branang Lekok Pasuruan mendapat jadwal kunjungan ke pabrik Pocari Sweat. Peserta yang ikut kurang lebih 60 orang, termasuk putri cantikku. Sebenarnya salah satu aturan masuk pabrik tersebut tidak boleh ada peserta di bawah umur institusi yang dinaungi. Tapi aku bertekad mengajak putriku. Dan…. Alhamdulillah boleh masuk.

Malah dapat bingkisan juga.

Tahap pertama masuk, siswa berbaris dua-dua. Foto dulu.

Kita diarahkan ke ruang proses produksi, ruang teater (kayak nonton bioskop saja, hehehe….). Lalu kita masuk ke ruang diskusi. Tapi sebelumnya setiap pengunjung diberi 1 botol Pocari Sweat 600 ml. Lumayan bisa buat menyiram tenggorokanku yang mulai mengering. Pada tahap diskusi, kita saling bertukar pikiran dengan pemandu, sesi tanya jawab juga. Tapi di saat yang sama, tingkah pola putriku yang tidak mau diam. Jalan kesana-kemari. Dia amat sangat menikmati kegiatan kunjungan tersebut.

Pada akhir acara dapat bingkisan lagi. Yang berisiksn 2 botol Oronamin C dan Soyjoy.

Seru sekali.

Salam sejahtera.

Perayaan

Seharian ini, aku mengisi libur kerja dengan bermain-main tepung. Sebenarnya aku punya bakat dalam hal perkuean. Hehehe…. Cuma aku belum PD saja untuk dipublikasikan. Ya, tepatnya tanggal 15 Januari 2020 putri cantikku genap berusia 4 tahun. Aku membuat kue ultah sendiri. Berdasarkan kreasiku.

Ini dia kue ultahnya.

Kata suamiku, “Lumayan cantiklah, kuenya.” Hehehe…. Yang penting anak senang. Kue ultahnya sesuai dengan keinginannya, yaitu tema LOL.

Acaranya sederhana. Yang diundang cuma se-RT saja. Sekitar 25 anak. Mereka antusias. Padahal acaranya jam 17.00 WIB, tapi jam 16.30 para tamu undangan sudah tiba di tempat perayaan. Langsung saja dimulai acaranya.

Doa bersama, membaca ayat-ayat pendek, & mendoakan agar putriku menjadi anak yang sholehah. Setelah itu tiup lilin, kue dipotong-potong dibagikan ke anak-anak. Dengan menu yang sudah dikemas rapi untuk mereka bawa pulang.

Salam sejahtera.